REAKSI REDOKS
Reaksi
redoks (reduksi-oksidasi) adalah reaksi kimia yang melibatkan perubahan
bilangan oksidasi. Pada dasarnya, reaksi redoks adalah gabungan dari dua reaksi
setengah, yaitu reaksi setengah reduksi dan reaksi setengah oksidasi. Seperti
yang telah kita pelajari di kelas X, reaksi oksidasi adalah reaksi di mana suatu spesi melepaskan elektron sehingga
mengalami kenaikan bilangan oksidasi.
Sedangkan reaksi reduksi adalah reaksi di mana suatu spesi mengikat elektron sehingga
mengalami penurunan bilangan oksidasi. Pada suatu reaksi kimia yang lengkap,
reaksi oksidasi selalu diikuti oleh reaksi reduksi sehingga reaksi yang terjadi
disebut reaksi redoks.
Berikut adalah contoh reaksi setengah reduksi:
Cu2+(aq) + 2e− → Cu(s)
Pada reaksi di atas, kita melihat bahwa unsur tembaga
(Cu) mengalami penurunan bilangan oksidasi dari +2 menjadi 0 dengan mengikat 2
elektron. Berikut adalah contoh reaksi setengah oksidasi:
Zn(s) → Zn2+(aq) + 2e−
Pada reaksi di atas, kita melihat bahwa unsur Zn mengalami
kenaikan bilangan oksidasi dari 0 menjadi +2. Apabila kedua reaksi setengah
digabungkan menjadi satu kesatuan reaksi redoks yang lengkap, persamaan reaksi
menjadi:
Secara utuh, reaksi lengkap di atas menunjukkan bahwa ion
Cu2+ mengoksidasi logam Zn. Dengan demikian, kita menyebut Cu2+
sebagai pengoksidasi (oksidator). Sementara itu, logam Zn mereduksi ion Cu2+.
Maka, Zn adalah pereduksi (reduktor). Dalam reaksi setengah masing-masing, Cu2+
yang bertindak sebagai oksidator pada reaksi lengkap, adalah reaktan yang
mengalami reduksi. Sedangkan
Zn yang bertindak sebagai reduktor pada reaksi lengkap, adalah reaktan yang
mengalami oksidasi. Kesimpulannya, agar lebih mudah mengingat, kita dapat
menggunakan prinsip berikut untuk menentukan reduktor dan oksidator, yaitu:
Dalam banyak aplikasi stoikiometri, penyetaraan reaksi
menjadi aspek penting yang menentukan penyelesaian suatu soal, tidak terkecuali
reaksi redoks. Berbeda dengan reaksi nonredoks, penyetaraan dalam reaksi redoks
memerlukan langkah khusus agar lebih mudah. Secara umum, penyetaraan reaksi
redoks dapat dilakukan dengan dua metode, yaitu metode bilangan oksidasi atau
perubahan bilangan oksidasi (PBO) dan metode ion elektron (setengah reaksi).
A.
METODE BILANGAN OKSIDASI
(PERUBAHAN BILANGAN OKSIDASI/PBO)
Metode bilangan oksidasi adalah cara menyetarakan reaksi redoks dengan menentukan kesetaraan perubahan bilangan oksidasi spesi-spesi yang mengalami perubahan bilangan oksidasi. Perhatikan contoh reaksi berikut beserta langkah-langkah dalam penyetaraan reaksi redoks menggunakan metode PBO!
MnO4−
(aq) + C2O42− (aq) → Mn2+(aq) + CO2(g)
(suasana asam)
1. Tentukan unsur yang mengalami perubahan bilangan oksidasi (biloks), dan
tentukan berapa biloksnya pada ruas kiri dan kanan.
Pada reaksi di atas, yang
mengalami perubahan biloks adalah unsur Mn dan C. Biloks Mn berubah dari +7
pada ruas kiri menjadi +2 pada ruas kanan, sedangkan biloks C berubah dari +3
pada ruas kiri menjadi +4 pada ruas kanan.
2. Pastikan unsur-unsur yang mengalami perubahan biloks berjumlah setara di
ruas kiri dan kanan: tambahkan koefisien reaksi yang sesuai.
Pada reaksi tersebut,
unsur Mn sudah memiliki jumlah yang sama di ruas kiri dan kanan. Untuk unsur C,
kita perlu menambahkan koefisien 2 pada CO2 di ruas kanan.
3. Hitung perubahan biloks dari unsur-unsur yang mengalami perubahan
biloks: selisih total biloks pada ruas kiri dengan total biloks pada ruas
kanan.
Total perubahan biloks
Mn adalah (+2) – (+7), yaitu –5. Sedangkan total perubahan biloks C adalah (2 ×
(+4)) – (2 × (+3)), yang sama dengan (+8) – (+6), yaitu +2.
4. Setarakan perubahan biloks reduksi dengan
oksidasi: jumlah kenaikan biloks harus sama dengan jumlah penurunan biloks.
5.
Berikan koefisien yang sesuai dengan hasil penyetaraan yang dilakukan pada
langkah 4.
2MnO4−(aq) + 5C2O42−
(aq) → 2Mn2+(aq) + 10CO2(g)
6. Apabila ada perbedaan jumlah atom oksigen di
ruas kiri dengan kanan, tambahkan H2O pada ruas yang kekurangan
oksigen, sejumlah kekurangannya.
Sampai pada langkah 5, kita melihat bahwa ruas kanan kekurangan 8 atom
oksigen dari ruas kiri, sehingga kita menambahkan 8H2O pada ruas
kanan.
2MnO4−
(aq) + 5C2O42−
(aq) → 2Mn2+(aq) + 10CO2(g)
+ 8H2O
7. Suasana Asam: Setelah menambahkan H2O pada ruas yang kekurangan jumlah atom oksigen sebanyak kekurangannya, selanjutnya tambahkan ion H+ pada ruas lainnya sebanyak 2× jumlah H2O yang ditambahkan pada langkah 6.
Suasana Basa: Tambahkan
H2O pada ruas yang kekurangan jumlah atom oksigen dan ion H+
di ruas lainnya seperti pada suasana asam. Kemudian, tambahkan ion OH− di ruas kiri
dan kanan, sama banyaknya dengan ion H+ yang ada. Selanjutnya, ion H+
dan OH− yang berada di ruas yang sama akan menjadi H2O.
Hitung selisih H2O pada kedua ruas. Pada akhirnya, akan tersisa ion
OH− di salah satu ruas.
Karena reaksi antara ion
permanganat dan ion oksalat terjadi pada suasana asam, maka kita akan mengikuti
langkah penyetaraan untuk suasana asam
2MnO4−
(aq) + 5C2O42− (aq) + 16H+ → 2Mn2+(aq) + 10CO2(g)
+ 8H2O
8.
Apabila ada spesi-spesi lain yang tidak terlibat pada reaksi redoks,
pastikan mereka juga sudah setara.
9.
Cek kesetaraan reaksi dengan menghitung: 1) jumlah atom ruas kiri telah
sama dengan ruas kanan, 2) jumlah muatan ruas kiri telah sama dengan ruas
kanan.
Setelah menghitung jumlah
atom dan muatan kedua ruas yang sudah setara, maka hasil penyetaraan reaksi di
atas adalah
2MnO4−
(aq) + 5C2O42− (aq) + 16H+ → 2Mn2+(aq) + 10CO2(g)
+ 8H2O
B.
METODE ION ELEKTRON
(SETENGAH REAKSI)
Metode ion elektron atau
setengah reaksi adalah metode penyetaraan reaksi redoks dengan cara memisahkan
reaksi setengah reduksi dengan reaksi setengah oksidasi, kemudian penyetaraan
dilakukan dengan menyamakan jumlah elektron yang muncul pada masing-masing
reaksi setengah. Kita akan menggunakan kembali reaksi redoks antara ion permanganat dan
ion oksalat untuk memahami langkah-langkah penyetaraan dengan metode setengah
reaksi.
MnO4− (aq) + C2O42−
(aq) → Mn2+(aq) + CO2(g) (suasana asam)
1. Tuliskan reaksi setengah reduksi terpisah dengan reaksi setengah oksidasi.
Kemudian, pada kedua reaksi setengah, lakukan langkah no. 2–4.
Reaksi setengah reduksi adalah perubahan ion
permanganat menjadi ion Mn2+. Sedangkan reaksi setengah oksidasi
adalah perubahan ion oksalat menjadi CO2.
Red: MnO4− → Mn2+
Oks: C2O42− → CO2
2. Pastikan unsur yang mengalami perubahan biloks berjumlah setara pada ruas
kiri dan ruas kanan: berikan koefisien yang sesuai.
Red: MnO4− → Mn2+
Oks: C2O42− → 2CO2
3. Apabila ada perbedaan jumlah unsur oksigen pada kedua ruas, tambahkan H2O
pada ruas yang kekurangan jumlah atom
oksigen, sebanyak kekurangannya. Selanjutnya, tambahkan ion H+ pada
ruas lainnya sebanyak 2× jumlah H2O yang ditambahkan sebelumnya.
Red: MnO4− + 8H+ → Mn2+ + 4H2O
Oks: C2O42− → 2CO2
4. Setarakan muatan kedua ruas dengan menambah elektron pada ruas yang
memiliki muatan lebih besar, sebanyak selisih muatannya. Penambahan elektron
akan mengurangi muatan ruas tersebut.
Red: MnO4− + 8H+ + 5e− → Mn2+ + 4H2O
Oks: C2O42− → 2CO2 + 2e−
5. Setarakan jumlah elektron pada reaksi
setengah reduksi dengan reaksi setengah oksidasi.
Red: MnO4− + 8H+ + 5e− → Mn2+ + 4H2O (x 2)
Oks: C2O42− →
2CO2 + 2e− (x 5)
sehingga
menjadi
Red: 2MnO4− + 16H+ + 10e−
→ 2Mn2+
+ 8H2O
Oks: 5C2O42− → 10CO2
+ 10e−
6. Satukan kedua reaksi setengah menjadi satu kesatuan reaksi redoks lengkap.
Setarakan spesi-spesi lain apabila ada.
Red: 2MnO4− + 16H+ + 10e− → 2Mn2+ + 8H2O
Oks: 5C2O42− →
10CO2 + 10e−
2MnO4− + 16H+
+ 5C2O42− →
2Mn2+ + 8H2O + 10CO2
7. Suasana basa: Tambahkan ion
OH− di ruas kiri dan kanan sama banyaknya dengan ion H+ yang ada.
Selanjutnya, ion H+ dan OH− yang berada di ruas yang sama
akan menjadi H2O. Hitung selisih H2O yang ada di kedua
ruas. Pada akhirnya, akan tersisa ion OH− di salah satu ruas.
Karena reaksi di atas
terjadi pada suasana asam, kita tidak melakukan langkah 7.
8. Cek kesetaraan reaksi dengan menghitung: 1) jumlah atom ruas kiri telah
sama dengan ruas kanan, 2) jumlah muatan ruas kiri telah sama dengan ruas
kanan.
Setelah menghitung jumlah
atom dan muatan di ruas kiri dan kanan yang sudah setara, maka hasil
penyetaraan reaksi menjadi
2MnO4−
+ 5C2O42− + 16H+ → 2Mn2+ + 10CO2 + 8H2O
C.
REAKSI DISPROPORSIONASI DAN KONPROPORSIONASI
Reaksi disproporsionasi atau autoredoks adalah suatu reaksi redoks di mana satu spesi mengalami kenaikan (oksidasi) dan penurunan biloks (reduksi). Berikut adalah contoh reaksi disproporsionasi.
Cl2 + OH− → Cl− + ClO− + H2O
Sedangkan reaksi konproporsionasi adalah kebalikannya, yaitu suatu reaksi redoks di mana ada spesi yang mengalami kenaikan (oksidasi) dan penurunan biloks (reduksi) menghasilkan produk yang sama. Di bawah ini adalah contoh reaksi konproporsionasi.
2H2S + SO2
→ 3S + 2H2O
Reaksi disproporsionasi dan konproporsionasi dapat disetarakan dengan metode PBO atau metode setengah reaksi, dengan langkah-langkah yang sama dengan reaksi redoks lainnya.
Sebagai contoh, perhatikan langkah-langkah penyetaraan reaksi autoredoks berikut dengan metode setengah reaksi!
Cl2 + OH− → Cl− + ClO− + H2O
(suasana basa)
1. Tuliskan reaksi setengah reduksi terpisah dengan reaksi setengah oksidasi. Kemudian, pada kedua reaksi setengah, lakukan langkah no. 2–4.
Red: Cl2 → Cl−
Oks: Cl2 → ClO−
2. Pastikan unsur yang mengalami perubahan biloks berjumlah setara pada ruas
kiri dan ruas kanan: berikan koefisien yang sesuai.
Red: Cl2 → 2Cl−
Oks: Cl2 → 2ClO−
3. Apabila ada perbedaan jumlah unsur oksigen pada kedua ruas, tambahkan H2O
pada ruas yang kekurangan jumlah atom oksigen, sebanyak kekurangannya. Selanjutnya, tambahkan ion H+ pada ruas lainnya sebanyak 2×
jumlah H2O yang ditambahkan sebelumnya.
Red: Cl2 → 2Cl−
Oks: Cl2 + 2H2O
→ 2ClO−+ 4H+
4. Setarakan muatan kedua ruas dengan menambah elektron pada ruas yang
memiliki muatan lebih besar, sebanyak selisih muatannya. Penambahan elektron
akan mengurangi muatan ruas tersebut.
Red: Cl2 + 2e− → 2Cl−
Oks: Cl2 + 2H2O → 2ClO−+ 4H+ + 2e−
5. Setarakan jumlah elektron pada
reaksi setengah reduksi dengan reaksi setengah oksidasi.
Pada reaksi di atas, jumlah
elektron pada kedua reaksi setengah sudah setara.
Red: Cl2 + 2e− → 2Cl−
Oks: Cl2 + 2H2O → 2ClO−+ 4H+ + 2e−
6. Satukan kedua reaksi setengah menjadi satu kesatuan reaksi redoks lengkap.
Setarakan spesi-spesi lain apabila ada.
Red: Cl2 + 2e− → 2Cl−
Oks: Cl2 + 2H2O → 2ClO−+ 4H+ + 2e−
2Cl2 + 2H2O → 2Cl−
+ 2ClO−+ 4H+
7. Suasana basa: Tambahkan ion OH− di ruas kiri dan kanan sama banyaknya dengan ion H+ yang ada.
Selanjutnya, ion H+ dan OH− yang berada di ruas yang sama akan menjadi H2O. Hitung selisih
H2O yang ada di kedua ruas. Pada akhirnya, akan tersisa ion OH−di salah satu ruas.
2Cl2 + 2H2O →
2Cl− + 2ClO−+ 4H+
2Cl2 + 2H2O + 4OH− → 2Cl− + 2ClO−+
4H+ + 4OH−
2Cl2 + 2H2O + 4OH− → 2Cl− + 2ClO−+
4H2O
2Cl2 + 4OH− → 2Cl−
+ 2ClO−+ 2H2O
8. Cek kesetaraan reaksi dengan menghitung: 1) jumlah atom ruas kiri telah
sama dengan ruas kanan, 2) jumlah muatan ruas kiri telah sama
dengan ruas kanan.
Setelah menghitung jumlah
atom dan muatan di ruas kiri dan kanan yang sudah setara, maka hasil
penyetaraan reaksi menjadi
2Cl2 + 4OH−→ 2Cl− + 2ClO−+
2H2O
Perbandingan koefisien pada reaksi di atas masih dapat kita
sederhanakan dengan membagi semua koefisien dengan angka 2. Dengan demikian, hasil akhir penyetaraan reaksi redoks di atas menjadi
Cl2 + 2OH- → Cl- + ClO- + H2O
Video


0 Comments:
Post a Comment